Life is Simple

Actually your Life is Simple...
So, Let's make your Life Simpler with Me... :)

Rabu, 15 November 2017

Dunia Menyesakkan Dada?

DUNIA MENYESAKKAN DADA?



Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti pernah ditikam oleh hiruk pikuk urusan dunia. Kalau dipikir-pikir, urusan dunia ini tak ada batasnya. Banyak yang bilang bahwa bila kita mengejar dunia, seakan-akan dunia malah menjauh. Ya, aku sangat setuju akan hal itu.

Pagi ini, sesaat aku terbangun dari tidurku, aku melihat pemberitahuan diponsel ku. Tak ada yang spesial. Hanya pemberitahuan pesan dari beberapa grup di whatsapp dan email dari akun-akun yang aku subscribe. Demi mengumpulkan seluruh jiwaku, aku pun melihat konten di instagram. Ku lihat storygram secara acak dan jujur saja aku paling tidak suka melihat postingan orang tentang kesuksesan mereka. Apapun itu. Aku iri? Emm.. entahlah, ku tak suka bila dikatakan bahwa aku iri dengan mereka, karena aku tau iri itu tidak boleh ada di hati setiap muslim. Lalu apa namanya? Entahlah, tak ada nama yang bisa mendeskripsikan perasaan ku saat aku melihat mereka selangkah lebih hebat dibandingkanku. Ku rasa perasaan ini wajar dan naluriah setiap manusia. Jadi tak usah terlalu dipermasalahkan.

Entah mengapa perasaan tak suka tersebut mengarahkan kepada pemikiran bahwa ‘aku bukanlah apa-apa’, ‘aku bodoh’, ‘aku tak berprestasi’, dan ‘aku aku’ yang lain dalam hal negatif. Aku sadar bahwa pemikiran tersebut adalah salah. Tak seharusnya aku menyikapi suatu hal dengan negatif. Entahlah, aku ini merupakan spesies manusia yang sering khilaf.
Demi menghilangkan pikiran negatif tersebut serta menyulutkan kembali gelora api semangat untuk hidup, aku kembali kepada agama. Ya, 'hampir' seluruh manusia memiliki agama. Menurutku, agama itu bisa menenangkan hatimu dari hiruk pikuk dunia. Dalam perspektif Islam, dunia ini tak ada nilainya bila dibandingkan akhirat. Bahkan tak lebih berharga dari SEHELAI NYAMUK. Dunia ini hanyalah tempat untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya sebagai tiket menuju Surga. Ya, setiap insan pasti ingin hidup kekal di Surga.

Namun tetap saja sebelum ke akhirat harus hidup terlebih dahulu di dunia. Jadi untuk bisa betah hidup di dunia salah satu caranya adalah dengan BERSYUKUR. Dunia memang begitu menyesakkan dada KETIKA kita melihat orang lain yang berada ‘di atas’ kita. Di atas bagaimana? Di atas segala-galanya, seperti lebih tinggi jabatannya, gajinya, prestasinya, hartanya, dan sebagainya. Ketika hanya hal-hal tersebut yang ada dipikiran kita, tentu saja hati kita menjadi sesak karena merasa kita sendiri lah makhluk TERBODOH di dunia ini. Namun bila kita lihat dari perspektif ‘di bawah’ kita, bisa dipastikan hati kita akan merasa terharu akan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Di bawah bagaimana? Di bawah segala-galanya, seperti lebih rendah jabatannya, gajinya, prestasinya, hartanya, dan sebagainya. Kalau masih tidak mempan, yang lebih ekstrim, lihatlah manusia di belahan bumi yang lain, seperti di Palestina, Suriah, Myanmar (Rohingya), dan negara-negara lain yang untuk sekedar hidup biasa saja tidak memberikan keamanan dan kenyamanan, apalagi untuk berpikiran menjadi lebih sukses daripada orang lain. Hemm... mari kita refleksikan diri sejenak sambil minum kopi ditengah suasana yang dingin pasca hujan lebat di siang hari ini.

Kawan, kita ini sesama manusia jadi aku tau perasaanmu dan kamu tau betul perasaanku ketika menuliskan hal ini. Hati kita sesak karena dunia yang kejam. Ya! Tapi hidup tetaplah harus berjalan. Jangan karena urusan dunia yang tak ada habisnya membuat pusing kepala, kita mengakhiri hidup dengan cara yang tidak bijak. Ingatlah, dunia ini hanya SEBENTAR. Bekali diri kita dengan banyak-banyak berbuat kebaikan. Bersihkan hati kita. Hilangkan pikiran negatif. Berhenti membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. BERSYUKUR. Hidup ini indah, tergantung bagaimana kita memandangnya.

Jadi, apakah dunia ini masih menyesakkan dada? 
Mari tanyakan kepada diri kita masing-masing.
Jika masih, coba resapi kembali tulisan ini dari awal hingga akhir. 
Semoga hari kita menyenangkan! J



Salam hangat,


Afifah Iswara Aji
(16/11/2017 masih di Surakarta)

Kamis, 14 Januari 2016

Pengalaman ke World International Education & Scholarship Expo 2016

Guys, pernah dapet broadcast-an kayak gini kan?
.
.
.
Halo teman – teman ? ini ada acara menarik nih yaitu World International Education & Scholarship Expo 2016 di Alam Sutera (Tangerang), Jakarta, Semarang, Bandung, Malang, Makassar & Surabaya. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa Instansi Universitas Luar Negeri & Dalam Negeri seperti Australia, Malaysia, United Kingdom,
Singapore, New Zealand, United State of America dan masih banyak lagi. Selain itu juga turut hadir juga Instansi Beasiswa seperti Beasiswa DIKTI, Beasiswa LPDP & Beasiswa MORA secara gratis tanpa pungutan biaya. Untuk UMUM. Berikut ini jadwal & tempat pameran tersebut :
1. Alam Sutera (Tangerang)
Date : Friday, 8 January 2016
Time : 3 pm – 7.15 pm
Place : Mercure Hotel Serpong Alam Sutera
Jl. Alam Sutera Boulevard Kav. 23, Serpong, Tangerang Selatan, 15325 Serpong
Contact : +62 21 2966 8668
2. Jakarta
Date : Saturday, 9 January 2016
Time : 1 pm – 6.15 pm
Place : Mulia Hotel Jakarta
Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270
Contact : +62 21 5747 777
3. Semarang
Date : Sunday, 10 January 2016
Time : 1 pm – 5.15 pm
Place : Crowne Plaza Hotel Semarang
Paragon Mall Building Jl. Pemuda No. 118, Semarang, Jawa Tengah 50132
Contact : +62 24 8657 9111
4. Bandung
Date : Tuesday, 12 January 2016
Time : 2 pm – 6.15 pm
Place : Hilton Bandung Hotel
Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41-43, Bandung, Jawa Barat 40171
Contact : +62 22 8606 6888
5. Malang
Date : Thursday, 14 January 2016
Time : 2 pm – 6.15 pm
Place : Santika Premiere Hotel Malang
Jalan Letjen Sutoyo No. 79, Malang, Jawa Timur 65141
Contact : +62 341 405 405
6. Makassar
Date : Saturday, 16 January 2016
Time : 1 pm – 5.15 pm (WITA)
Place : Novotel Hotel Makassar Grand Shayla
Jalan Charil Anwar No. 28, 90115 Makassar
Contact : +62 411 3619 444
7. Surabaya
Date : Sunday, 17 January 2016
Time : 1 pm – 6.15 pm
Place : Sheraton Surabaya Hotel & Towers
Jalan Embong Malang No. 25-31, Surabaya, Jawa Timur 60261
Contact : +62 31 5468 000
List Peserta Stand World International Education & Scholarship Expo 2016 :
1. University of Melbourne
2. Monash University (Australia & Malaysia)
3. University of New South Wales
4. University of Queensland
5. University of Adelaide
6. University of Sydney
7. Australian National University
8. University of Western Australia
9. Curtin University (Australia,Malaysia & Singapore)
10. Victoria University Australia
11. Queensland University of Technology
12. UCSI University College
13. Le Cordon Bleu (Australia & Malaysia)
14. Help University College
15. RMIT University
16. LPDP Scholarship
17. Griffith University
18. Murdoch University
19. SAE Institute
20. JMC Academy
21. Deakin University
22. East Asia Institute of Management
23. Singapore Institute of Management
24. The London School of Business and Finance
25. University of Technology Sydney
26. Newcastle University Australia
27. University of Nottingham Malaysia
28. Holmes Institute
29. University of Auckland
30. University of Otago
31. PSB Academy
32. Management Development Institute of Singapore
33. Taylor’s University College
34. Australian Catholic University
35. Macquaire University
36. Sheffield Hallam University
37. University of Wollongong
38. Dan masih banyak lagi
NAAAHH... Kamu pasti pernah baca broadcast-an itu kan? Terus kamu pasti tertarik bangetkan mau datang ke acara itu sebab keren dan gratis pula *katanya*. Terus saking tertariknya, kamu pun akhirnya kepoin mbah google kan untuk mendapatkan informasi tentang kebenaran broadcast itu. So selamaat! Kamu berhasil memasuki artikel yang tepat. cieeehh 

Di sini aku mau berbagi pengalaman saat aku dan temanku menghadiri acara tersebut. Kebetulan aku lagi liburan di Jakarta jadi aku ikut acara yang di Jakarta tempatnya di Hotel Mulia seberang pas nya Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Nah butuh perjuangan yang tinggi untuk sampai ke hotel ini sebab naik angkutan umum mulai dari metro mini hingga commuter line (KRL). Rumahku ada di daerah Plumpang Semper Jakarta Utara sedangkan hotel Mulia ada di Jakarta Pusat. Lumayan lama juga lho perjalanannya. Kalo kamu mau tau naik kendaraan umum apa aja, silahkan berkunjung ke artikel selanjutnya ya... ;)

Okay to the point ya. Jadi aku berangkat dari rumah jam 11.00 sampe hotel jam 15.00. what? Lama bener! Yup, emang lama soalnya ada sesuatu yang bikin lama. Hehehe.. baca aja di artikel selanjutnya kalo soal perjalanan wkwkwk...

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan dengan kondisinya badan udah bermandikan keringat dan kaki rasanya udah pegel banget, akhirnya aku liat gedung tinggi nan indah bertuliskan Hotel Mulia Jakarta. Wah senangnya :D


Aku kira sesampainya di hotel bisa langsung masuk terus ngadem dan duduk gitu ya di lobby, eh ternyata ekspektasi sungguh berlawanan dengan realita. Di depan gerbang hotel tuh udah banyak banget manusia-manusia muda berdesak-desakan untuk masuk. OMG!!! Aku sama temenku langsung shock dan temenku malah mau langsung pulang ke rumah. Eh ya ampyun, nanggung banget udah jauh-jauh dari rumah ke hotel masa’ langsung pulang sih. Aku menolak dan tetap mau liat acaranya sekeren apa. Akhirnya aku dan temenku ikutan deh berdesak-desakan ke dalam kerumunan manusia itu wkwkkw...

Jadi ternyata untuk masuk ke hotel itu dibatasain gitu. Sekali masuk itu cuma 10-20 orang. Mungkin biar ga pada berceceran kali ya. Okay kira-kira 45 menitan berdiri desak-desakan dengan orang tak dikenal akhirnya aku dan temenku lolos dari kerumunan manusia tersebut alias masuk ke kawasan hotel. Kami berdua mengikuti jalannya sekumpulan orang yang juga sudah diizinkan masuk gerbang untuk menuju ke ruangan tempat acaranya berlangsung. Naik lift pastinya dan ternyata ada di lantai 6 tepat di ball room nya. Dan kamu harus tau. Pas sampe di atas aku shock banget soalnya ternyata di depan pintu ball room itu manusia-manusia lain udah antri panjang banget udah kayak mau audisi Indonesian Idol *maaf sebut merk gapapa lah ya*

Aku sama temenku hanya bisa tersenyum, foto-foto, cekakakan, dan melakukan hal ga jelas lainnya. Kami ngantri untuk masuk itu kisaran 1 jam deh kayaknya. Capek pegel parah deh rasanya. Perjuangan anak manusia emang huuaaa.. semoga mendapatkan banyak manfaat deh. Aku berharap demikian dalam hati.

Time flies so fast... akhirnya aku dan temenku sampe di pintu ball room yang dijaga oleh 2 satpam tegas gitu. Kami disuruh buka tas untuk dicek takutnya bawa bom lagi hehehe... di samping pintu ada kertas pengumuman yang isinya “Tidak ada beasiswa dikti, mora, dan sebagainya. Broadcast hoax!”. Aku sama temenku kembali shock untuk yang kesekian kalinya. Ya udah deh yang penting masuk ke acaranya. Kamipun akhirnya bisa menghela napas kebahagiaan ketika masuk ke ball room. Ternyata kami masih harus menyusuri lorong/koridor gtu dulu baru sampe ke ruangannya. Dan wah tempatnya sih bangus baget ya iyalah itu hotelnya DPR pasti bintangnya banyak tuh makanya keren. Wkwkwk apasih Fay -__-

Sampe di ruangannya kami registrasi diri dan masuk deh. Yeaaa..!!! ternyata sebenernya acara ini itu acara education expo yang diadakan oleh Alfalink guys. Di dalam ruangan banyak stand pendidikan luar negeri di Australia dan tidak ada stand beasiswa apapun. Hemm syedih merasa tertipu dengan broadcast hoax hiks... tapi karena udah terlanjur sampe sana ya aku sama temenku keliling stand liat-liat universitas mana aja yang ada hubungannya dengan jurusan kami sekarang. Ya buat referensi kampus mana yang akan dituju ketika mendaftar beasiswa master kelak. Mohon doanya ya :D

Aku mampir dan bertanya di stand universitas Deakin Australia. Ya lumayanlah dapet info tentang cara kuliah di sana gimana, kehidupan di sana, dan masih banyak lagi. Oia aku juga dapet modul bukunya. Yeaaa...


Ya gapapa deh terjebak dalam broadcast hoax. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya kan. Aku share ini supaya kamu kalo mau ikut acara itu biar ga shock hehehe semangat menuntut ilmu untuk membangun bangsa dan negara Indonesia :D


Niatkan segala sesuatunya dengan hati yang bersih dan ikhlas agar kamu tak kecewa dan tetap semangat! ^^




Jakarta, 15 Januari 2016

Fayfhee

Selasa, 12 Januari 2016

Yuk Karaokean di SMULE :)

Hello my lovely reader... 
How are you doing? 
You must be miss me, right? Hahaha ge-er nya mulai *ups

Okay to the point yap. Kali ini aku mau bahas soal SMULE nih. Udah pernah dengar atau liat tulisan SMULE kan ya? Udah dong pastinya. Well, kata yang satu ini lagi cukup nge-hits lho di dunia sosial media. Nah, so pasti kamu kepo kan apa sih sebenernya SMULE itu. Well, here i want to tell you simply about it.



SMULE itu adalah salah satu aplikasi smartphone untuk karaokean. Aplikasi ini gratis kok, tinggal download aja di android shop. Aku juga udah download dan hasilnya cukup menarik lho. Aku jadi bisa karaokean di HP dan gratis pula wwkwk.. Tapi sayangnya akun gratis ini sangat terbatas guys list lagunya. Kalau kamu mau bisa access semua lagu, kamu bisa buat akun VIP yang berbayar dan menurutku harganya cukup terjangkau sih. Untuk sekarang ini harganya 12 ribu/bulan dan 95 ribu/tahun *if i’m not mistaken hehehe*

Duh pasti kamu langsung bete ya liat tulisan “berbayar” wkwkwk.. tenang tenang, untuk kamu yang males bayar-bayaran alias mau nya yang gratisan (termasuk aku) tetep bisa kok menikmati aplikasi karaokean ini. Kamu bisa aja nyanyi lagu yang kamu pengenin dengan cara searching di kolom search. Nah nanti bakalan ada pilihan ‘join collab’ atau bikin ‘cover sendiri’. Untuk yang gratisan biasanya ga bisa tuh untuk bikin cover sendiri. So, kamu harus join ke orang lain. Nanti kalian pilih yang ‘join collab’. Nah nanti bakalan keluar daftar orang-orang dengan akun VIP yang nawarin diri supaya kamu pilih untuk menjadi temen kolaborasi kamu. Di sini kamu harus pandai-pandai dalam memilih temen untuk kolaborasi. Soalnya ada orang yang karaokeannya jelek banget :’) ini sungguh pengalaman pribadi dan aku merasa terjebak gitu wkwkwk so, kamu jangan salah pilih ya. Cari yang jumlah ‘play’ dan ‘love’ nya banyak :)

Oia, terus nanti kalo kamu udah memilih salah satunya langsung deh kamu nyanyi pake earphone ya biar suaranya bagus kayak penyanyi terkenal getoooh wkwkwk kalo udah selesai nyanyi, kamu langsung bisa dengerin hasil karaokeanmu dengan teman kolaborasimu. Jika hasilnya menurutmu bagus, kamu bisa tuh share ke line, whatsapp, email, facebook, twitter, dan ke SMULE nya juga dong pastinya hehhee.. Jadi orang lain bisa deh denger suara kamu yang merdu dan mereka bisa kasih “love” ke kamu alias nge-like cover-an mu gitu. Tapi kalo misalnya kamu malu atau emang ga mau kalo suara merdumu didengar oleh orang lain yang tak dikenal, kamu bisa mengunci hasil karaokeanmu kok nanti ada semacam pengaturan gitu di setting jadi mereka ga bisa denger cover-anmu. Enak kan privasi kamu tetap terjaga :)

Nah gimana? 
Kamu bingung ya dengan penjelasanku? 
Duh jangan bingung-bingung ya langsung aja kalo emang kamu kepo dan tertarik mau mencoba aplikasi ini sok atuh silahkan langsung di download saja. Aku juga awalnya kepo dan akhirnya sekarang malah ketagihan. 
Well, ini ada contoh cover yang aku bikin sama temen kolaborasiku http://www.smule.com/recording/flowerpower71-a-thousand-years/266201219_247246775 check it out! *promosi*

oia, kalo kamu udah buat akun di SMULE boleh banget lho follow aku ke sini http://www.smule.com/Fayfhee (ID: fayfhee)


Selamat mengeluarkan suara terbaikmu guys! :D



Jakarta, 12 Januari 2016
Fayfhee

Selasa, 18 Agustus 2015

Tamparan Bagi Pemuda Indonesia

Ratusan kata di bawah ini spesial untukmu, wahai pemuda!



Merdeka..!!!
Merdeka..!!!
Merdeka..!!!

Merdeka, satu kata berjuta semangat membara. Entah mengapa setiap kali terdengar kata itu hati ini berdebar. Entah karena bahagia atau takut. Takut jikalau suatu hari ini kata itu tak terdengar kembali. Takut jikalau kata itu hanya sekedar sebuah kata biasa yang tak punya makna apapun. Takut jikalau ternyata negeriku yang tercinta ini belum pantas menyerukan kata dahsyat itu.

Ah sudahlah, buang jauh-jauh pikiran negatif itu. Negeri ini sudah MERDEKA sejak 70 tahun yang lalu. Sungguh beruntung diriku sebab terlahir ketika negeri ini sudah aman dan damai. Negeri dengan Segala kekayaan di dalamnya dengan sumber daya manusianya yang cukup banyak dan berpotensi. Sungguh beruntungnya diriku bisa tinggal, tumbuh dan berkembang di negeri yang menjunjung tinggi sikap ramah, santun, dan saling menghormati. Begitu damainya hatiku sebab aku bisa bebas melakukan hal apapun yang aku sukai.

Tahukah engkau wahai sahabatku, Indonesia memang BELUM menjadi negara maju yang menguasai seantero dunia ini. Namun aku yakini bahwa suatu hari nanti pasti negeriku ini bisa menggapai kejayaannya. Wahai Indonesia, sungguh aku mencintaimu.

Baiklah, Cukup sudah basa-basi romansa kata-kata indah yang tertulis untukmu Indonesia. Aku tak ingin membuatmu semakin terlelap dalam tidurmu. Tahukah engkau hatiku teriris sakit ketika orang asing menghinamu, terkhusus para pemuda-pemudinya. Aku sebagai salah satu diantara berjuta pemuda-pemudi Indonesia merasa tertampar ketika orang asing mengatakan bahwa kami memiliki OTAK yang KOSONG! TAK TAHU APA-APA dan TAK MAU TAHU mengenai kondisi negerinya sendiri.

Terkhusus bagimu wahai pemuda. Di sini aku ingin bercerita dan berbagi semangat untuk kejayaan negeri kita tercinta ini.

Beberapa pekan yang lalu aku berada di sebuah kelas dengan seorang pengajar yang berasal dari salah satu negara di Eropa. Dia bercerita mengenai baik buruknya Indonesia. Kalian tentu sudah tahu mengenai berjuta kebaikan dari Indonesia jadi aku tak perlu menceritakannya kembali. Tapi di sini aku akan bercerita mengenai keburukan kita agar kita bisa memperbaiki diri.
Jadi si “bule” itu berkata bahwa sebenarnya pemuda Indonesia itu cukup PINTAR dalam hal akademisnya, namun sayangnya OTAK mereka KOSONG dengan hal pengetahuan umum. Mereka tidak tahu tentang kondisi pemerintahan Indonesia saat ini seperti apa sebab pemuda kita banyak yang antipolitik. Mereka tidak tahu bagaimana keadaan perekonomiannya yang kian merosot bak diterjang longsor. Mereka juga tidak tahu apa yang sedang terjadi di setiap provinsinya, bagaimana kondisi alamnya yang kian rusak tak terpelihara, dan masih banyak lagi yang mungkin tak kan cukup jika ku tuangkan di sini.

Sedih bukan menyadari realita yang terjadi pada pemuda-pemudi kita. Mereka terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Sibuk dengan masalah akademiknya, gadgetnya, atau bahkan pacarnya yang belum tentu bisa menjadi pendamping hidupnya kelak.

Aku menuliskan tentang semua ini hanya ingin mengingatkan saja kepada semua saudara-saudariku yang sangat aku sayangi. Aku yakin kalian pasti sudah sadari hal ini jauh sebelum aku menuliskan tentang hal ini. Aku hanya ingin kita bersama-sama memajukan negeri ini. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Semua bisa dimulai dengan merubah pola hidup kita. Diawali dengan membaca koran setiap harinya, menonton berita di TV, atau mendengarkan berita di radio sehingga wawasan kita luas. Tak lupa pula kita ganti hobi bermalas-malasan kita dengan membaca buku. Sebab buku adalah jendela dunia. Dengan membaca maka kita akan tahu banyak hal. Aku pun sedang berusaha untuk melakukan itu semua dan aku ingin kalian pun demikian.J

Semua diawali dari niat yang ikhlas dan tekad yang kuat. Aku yakin bahwa KITA BISA. Jika orang asing di luar sana bisa, mengapa kita tidak? Jadi marilah kita bersama-sama mengubah pola hidup kita agar menjadi lebih produktif dan bermanfaat bagi Indonesia. 


Biarlah TAMPARAN itu membangunkan kita untuk segera berlari dan mencapai puncak kejayaan kita.

Merdeka Indonesiaku! 
Jayalah selalu! 
Kami bersamamu untuk senantiasa memajukanmu J




Surakarta, 18 Agustus 2015

Fayfhee Fhi

Rabu, 18 Februari 2015

Patah Hati tuh Sakitnya di Siniii...!!!!

Patah hati...


Ya, dua kata itu sering menyakitkan banyak orang dan aku salah satunya.

Patah hati...

Sering dialami oleh orang yang pacaran, bahkan jomblo sekalipun.
Katanya, jomblo itu nasib tapi kalau single itu prinsip.

So aku masih single sampai detik ini *Alhamdulillah ya Allah*

Namun entah mengapa hati ini bisa patah dan bukan hanya patah melainkan hancur berkeping-keping ketika hati ini tau bahwa belahan jiwanya sudah memiliki hati yang lain.

Sakiiit sekali rasanya Patah hati...

Well, Aku bersyukur bisa merasakannya meskipun tak pacaran.
Aku sadar bahwa hidup ini terus berputar. Kadang terasa begitu indah namun kadang juga terasa begitu pahit. Itulah hidup.

Patah hati yang terjadi pada diriku ini disebabkan karena ulahku sendiri. Berani-beraninya aku mencintai orang yang belum tentu namanya tertulis di Lauh Mahfuz-Nya. Astaghfirullah, maafkan aku ya Rabb.

Aku sungguh menyesal memiliki rasa cinta itu. Cinta yang seharusnya tak boleh ada. Cinta yang hanya membawa duka. Cinta yang tak ada ujungnya. Cinta yang fana.

Jujur, hati ini masih sangat hancur dan mungkin butuh waktu yang lama untuk menyusun kepingan hati ini agar bisa utuh kembali dan pastinya akan ada bekas luka di dalamnya.

Ingin rasanya ku berlari sejauh mungkin. Kemanapun asalkan dia benar-benar pergi dari kepingan hati ini. Aku hanya berharap tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Cukup satu kali saja. Cukup hari ini saja hatiku hancur porak poranda bak diterpa badai.

Mulai sekarang aku akan menata kembali kepingan hati yang telah hancur ini agar bisa menjadi utuh kembali. Akan aku rawat bekas lukanya, ku oleskan dengan ayat-ayat-Nya agar bekas lukanya memudar dan hilang sehingga ketika lelaki itu datang, aku sudah siap. Siap menerima kehadirannya di hati ini. Menerima segala kelebihan dan kekurangannya karena ia adalah lelaki terbaik yang diciptakan Allah SWT. untuk diriku. Hanya untukku J

Aku ingin berpesan kepada kamu yang belum pernah jatuh cinta atau patah hati:

Sebaiknya kamu hindari perilaku ini.
Jatuh cinta disaat yang tidak tepat hanya kan menyakiti dirimu. Belajarlah dari pengalamanku ini. Sungguh, aku jujur bahwa rasanya sangat sakit :’)

Berusahalah memantaskan dirimu untuk dirinya. Allah pasti memberikan pilihan yang terbaik untuk hidup kita. Pasti J

So, jangan risau yaa.. semangat memantaskan diri! Yeaa


Surakarta, 19/02/2015

Fayfhee Fhi

Kamis, 12 Februari 2015

Sepucuk Kisah dari Negeri Kincir :)

RAMADHAN SYAHDU NAN SPESIAL DI NEGERI KINCIR


Mentari bersinar terik pagi ini menyambut datangnya siang hari yang begitu panas dan panjang. Hari ini tepat dimulainya musim panas setelah berbulan-bulan negeri ini ditutupi oleh tebalnya salju dingin yang menusuk. Musim panas adalah musim yang sangat ditunggu oleh banyak orang di negeri yang memiliki empat musim ini. Musim dimana liburan panjang akan datang dan sekawanan orang berbondong-bondong menjemur tubuh mereka di bibir pantai yang penuh dengan pasir putih yang berkilauan. Namun sayangnya hal itu tak berarti untukku.
Namaku Elliz. I’m Indonesian and Moslem. Aku dibawa kemari oleh ibuku untuk tinggal bersama dengan keluarganya di negara di mana bunga Tulip menunjukkan pesonanya saat musim semi dan kincir angin berputar di sepanjang kota. Sedih rasanya meninggalkan Indonesia. Sedih harus meninggalkan sahabat muslimah yang sangat “Masya Allah” ketaqwaannya kepada Allah Swt. Namun aku harus kuat menghadapi kehidupanku yang baru di negeri yang mayoritas masyarakatnya tidak seagama dengan diriku.

Aku sudah cukup lama tinggal di Belanda sekitar 1 tahun. Aku pun sudah cakap berbahasa Belanda dan memiliki banyak teman dari berbagai negara. Mereka teman yang cukup baik untukku. Setidaknya mereka bisa menerima diriku yang mengenakan jilbab. Mengenakan pakaian muslimah (hijab) di sini tidak sebebas ketika aku di Indonesia. Banyak orang yang masih tidak menyukai wanita yang memakai jilbab, tetapi aku tak mempedulikan mereka. Aku tetap pada prinsipku untuk selalu menjaga auratku sesempurna mungkin. Aku tak takut pada mereka jikalau mereka menindasku atau apalah itu, yang aku takutkan hanya adzab-Nya jikalau aku tak menutup auratku.
Musim panas bertepatan dengan bulan Ramadhan. Menjalankan ibadah puasa Ramadhan di sini juga sangat berbeda dengan di Indonesia, seperti waktu menjalankan puasa sekitar 21 jam sedangkan di sana hanya 13 jam, sholat tarawih di rumah karena sangat jarang mesjid besar di sini sedangkan di sana aku bisa sholat tarawih di mesjid setiap waktu, jarang ikut kajian Islam karena di sini memang jarang diadakan acara semacam itu sedangkan di sana undangan kajian datang hampir setiap harinya, dan tak ada takbiran ketika malam hari menyambut hari lebaran sehingga aku takbiran sendiri di kamar.
Apakah kenyataan ini membuatku sedih dan malas untuk beribadah? Tentu tidak. Justru dengan kenyataan sulit ini aku menuntut diriku untuk bisa survive dan selalu istiqomah. Awal puasa memang berat. Aku merasa lebih lemas dan haus menggerogoti tenggorokanku. Hal ini mungkin dikarenakan waktu puasa yang sangat panjang dan musim panas yang cukup ekstrim. Tapi alhamdulillah aku diberikan kekuatan oleh Allah Swt. sehingga aku kuat menjalaninya.
Liburan musim panas ini aku isi dengan mendekatkan diri kepada sang Khaliq. Selepas sahur aku membaca Al-Qur’an. Setelah itu istirahat sebentar lalu pergi bersepeda untuk melihat keindahan negeri ini. Di seberang jalan aku melihat ada lowongan kerja dan aku langsung menuju ke sana berharap bisa memperoleh pekerjaan untuk mengisi liburanku yang kosong. Setelah melakukan perbincangan dengan salah seorang yang bekerja di tempat itu akhirnya aku pun mendapatkan dua pekerjaan sekaligus. Alhamdulillah. Setelah sekian lama aku berkali-kali gagal mendapatkan pekerjaan dikarenakan usiaku yang sudah 18 tahun, namun akhirnya aku bisa mendapat pekerjaan. Allah selalu memberikan hal terbaik di saat yang tepat.
Ramadhan ini begitu spesial nan syahdu terlebih ketika aku bersama dengan ibuku mengikuti i’tikaf di mesjid Den Haag. Diri ini sangat rindu dengan saudara seiman dan setanah air. Di sana aku jumpai banyak muslim Indonesia. Kami melakukan i’tikaf dengan sangat syahdu. Namun hari berlari begitu cepat sehingga aku dan ibu harus kembali pulang. Hari-hari aku habiskan dengan mengaji, mendengarkan ceramah lewat YouTube atau membaca artikel islami di web, berbincang dengan sahabat via whatsapp, dan bekerja. Tanpa ku sadari akhirnya hari itu tiba. Hari Raya Idul Fitri atau biasanya aku sebut sebagai hari lebaran. Aku sekeluarga pergi ke Den Haag lagi untuk sholat Ied. Senang rasanya bisa berkunjung ke rumah Allah dan merasakan nikmat kedekatanku dengan-Nya. Bermanja manis menyebut asma-Nya.

Ramadhanku di sini ternyata sangat spesial dan indah. Semua akan indah jika hati kita berdamai dengan alam, ikhlas dengan takdir-Nya, selalu bersyukur, dan terus semangat. Semoga aku dan kita semua bisa kembali merasakan syahdunya Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Aamiin Ya Rabbal’alamin. 


Surakarta, 09 Agustus 2014
Fayfhee Fhi



NB:
Kisah ini terinspirasi dari salah satu sahabat yang sangat aku sayangi :) 
Semoga Allah selalu melindungimu wahai ukhti sholehah ...

Selasa, 10 Februari 2015

SINAR itu begitu MENYILAUKAN dirikuuuu...!!!

SINAR DI POJOK KAFE ITU


Hari ini adalah hari pertama aku dan keenam sahabatku tercinta datang kembali ke kampus hijau nan sejuk yang berlokasi di kota yang memiliki julukan The Spirit of Java. Hari ini kami melakukan KRSan sebagai awal untuk melanjutkan studi kami di semester berikutnya. Aku dan sahabatku berpencar ke pembimbing akademik (PA) kami masing-masing untuk melakukan proses KRS. Setelah proses KRS selesai, kami pun berkumpul kembali untuk acara temu kangen “Anak Manusia” hehehe..

Hari ini, aku dan kelima sahabatku akan memberikan hadiah alias kado kepada salah satu sahabat kami yang pada “saat itu” berulang tahun, sebut saja “Eins”. Akhirnya dari kampus kami mampir ke tempat tinggal salah satu sahabat kami, sebut saja “Sieben” untuk memberikan surprise kecil-kecilan hehehe.. J Di sana kami pun mendapatkan makanan oleh-oleh Sieben yang baru saja pulang dari Mataram. Lalu Eins yang merasa terharu dengan pemberian kado dari kami pun mengajak kami untuk makan siang bersama alias dia mentraktir kami makan karena ulang tahunnya. Alhamdulillah makan gratis *oups*

Seperti halnya para remaja Indonesia pada umumnya, ketika mau makan pasti bingung mau makan dimana dan makan apa. Mau ketempat yang jauh, tidak ada SIM dan helm. Duh, mahasiswi macam apa itu wkwkwk.. Well, ya pada akhirnya kami memutuskan untuk makan di salah satu tempat makan di dekat kampus, sebut saja “Kafe”.

Setelah sampai di Kafe, kami pun duduk dan memesan makanan. Kami bertujuh makan makanan Indonesia yang sangat lezat dan kaya akan rasa *tseehh* Mulai dari ikan nila bakar, ikan lele goreng, sambal beraneka rasa, terancam, dan tak lupa nasi sebakul wehehe.. Oia, minumnya juga pesen dong. Ada yang pesen es lemon tea, es teh, dan es jeruk nipis. Hemm asem banget! Sambil menunggu makanan, kami pun bercakap-cakap, selfie, dan tertawa bersama. Lalu makanan pun datang dan segera kami lahap *maklum udah kelaparan wkwkwk*

Ketika makan, aku begitu fokus menatap ikan nila bakar yang ada di depanku. Aku benar-benar teliti dalam memilah-milah antara daging dan durinya. Maklumlah, dulu sempet dioperasi tenggorokannya gara-gara kemasukan duri. Hiiiyyy.. jadi trauma deh kalau makan ikan. Well, pertengahan makan ikan, mata ini lelah dan jenuh karena harus menatap ikan terus menerus. Akhirnya kutegakkan kepala dan kulihat sekitar. Tak ada yang menarik. Bisa dibilang semuanya gelap ditengah teriknya matahari. Tak ada sesuatu hal yang membuatku tertarik untuk kupandangi. Namun secara tak sengaja ku lihat ada secercah sinar di pojok Kafe itu. Masya Allah, sinar itu begitu terangnya hingga membangunkan hatiku yang sedang hibernasi karena saking silaunya.


Di pojok Kafe itu aku melihatmu. Siapakah kamu? Darimana kamu berasal? Mengapa kamu begitu menyilaukanku? Kau bagaikan sebuah magnet yang menyedot seluruh energi dalam diriku. Diri ini terasa begitu lemah ketika memandangmu. Ya, sayangnya aku hanya bisa memandangmu wahai sang sinar di pojok Kafe itu. Bukannya aku tak berani untuk menyapamu. Aku hanya sadar bahwa aku ini seorang wanita. Bukan hanya seorang wanita melainkan seorang muslimah. Sudah kewajibanku untuk menjaga nama baikku dan agamaku. Jadi ya aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan.

Sebisa mungkin mataku melihat dirimu. Ya Allah, salahkah yang aku perbuat ini? Aku tak sanggup untuk memandangmu begitu lekat. Aku takut ya Allah dengan apa yang telah mata ini lihat. Pantaskah aku memandangimu wahai sinar di pojok Kafe itu? Semoga mata ini diberikan ampunan oleh-Nya jika memang hal itu salah untuk kulakukan. Namun hati ini begitu gembira ketika melihatmu. Kamu adalah sinar terindah yang pernah aku lihat. Aku bersyukur bisa melihatmu walau hanya sekelebat banyangan saja. Aku berharap bisa menemukan sinar itu lagi dilain hari. Jika aku berjodoh dengan sinar itu, aku pasti akan bertemu dengannya lagi di saat yang tepat dan paling indah. 
Aamiin, insya Allah.

Well, disiang itu...
Di pojok Kafe itu...
Aku melihatmu...



                                                                   Kafe, 10 Feb 2015

                                                                        Fayfhee Fhi